Wednesday, October 24, 2007

sahabat

Dalam perjalananku ke kantor pagi ini, aku sempat mendengar sebuah kalimat yang diucapkan oleh penyiar dari radio. Katanya saat itu, "lebih baik memiliki 1 orang sahabat daripada beberapa orang teman.

Seorang Sahabat, katanya lagi, adalah seseorang yang selalu mendukung kita...baik dalam keadaan susah, gembira, kecewa, dan menangis, selalu siap mendengar segala keluh kesah kita, mengerti sepenuhnya tentang siapa dan bagaimana kita. Sedangkan seorang teman, hanya akan berada pada saat-saat kondisi tertentu, biasanya hanya pada saat gembira, dan tawa.

Selain kondisi, ini sepertinya sulit untuk berbagi dengan yang namanya 'teman'

Jadi jika saat ini, anda memiliki sahabat...meskipun hanya 1 orang betapa beruntungnya anda. Hargailah persahabatan itu, karena sebuah persahabatan tak ternilai.

Jujur aku mengiyakan pernyataannya, sangat setuju bahkan!!
Aku sudah mengalami sendiri, bagaimana arti kehadiran sahabat-sahabatku di dalam kehidupanku saat ini.

Saat aku merasa hampir putus asa, sendirian seolah tidak ada yang mengerti, merasa diri yang paling hina...saat itu sahabatku hadir dan membantuku, tanpa pamrih, tanpa ada maksud di belakangnya, tulus hanya ingin membantuku melewati masa-masa sulitku.

Ah...
Mendengar sebuah penyegaran pagi itu, aku sangat bersyukur. Aku memiliki tidak hanya 1 orang sahabat, namun lebih dari 5 bahkan. Sahabat yang selalu ada untukku, kapanpun aku membutuhkan mereka.

Terima kasih Tuhan,
Buat semua sahabatku yang telah Engkau berikan untukku...

Thursday, October 18, 2007

dek..maafkan aku

Untuk dona, adikku...

Aku baru menyadari, sudah sangat lama aku tak mendengar suara tawamu, atau sekedar melihat senyum menghias wajahmu...

Yah, sudah teramat lama memang, aku rindu melihat senyum yang dulu selalu mampu meluluhkan hati setiap orang yang melihatnya, dan mendengar candamu yang memenuhi rumah ini. Namun semuanya kini telah hilang entah kemana...

Heran...
Aku ingin tahu siapa pencuri yang telah merampasnya darimu, hingga akhirnya kutemukan sebuah kenyataan yang membuatku terdiam...

Maafkan aku...
Yang telah menganggap engkau sebagai sainganku dalam keluarga kita
Mencoba merebut semua perhatian hanya untukku, membiarkan engkau sendirian dalam kebingunganmu...
Dona kecil yang butuh perhatian dari seorang abang, namun aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri.

Membuat engkau mencari dengan caramu sendiri, kebahagiaan dan perhatian yang engkau temui di luar sana, pada akhirnya membuat kita semakin terpisah jauh...

TUHAN...
Andaikan waktu dapat kuputar kembali...
Aku ingin mengulang saat-saat indah itu...

Aku janji, kita akan berbagi adik kecilku,
Aku akan mengajarimu, semua yang ingin kau mengerti,
Memberikan perhatian layaknya seorang abang kepada adiknya,
Membawamu jauh dari mereka yang ingin menyakiti dan merusak hidupmu,
Dan aku akan selalu berusaha menjadi "sahabat terbaik untukmu"

Sekali lagi...adikku sayang,
Maafkan abangmu yang egois ini !!!

Monday, October 08, 2007

gajah mati...

Berita yang kudengar sore itu, sontak membuat aku terkejut. Gajah asal Taman Hutan Raya (Tahura) salah satu pesona objek wisata yang bisa dijumpai di sekitar tempat tinggalku Taneh Karo, sana mati saat tiba di Kebun Binatang Medan.

Aku semakin terheran saat membaca lanjutan berita dari harian Global ini :

"Gajah ini tiba di Taman Margasatwa Medan pada 26 September lalu. Kedua gajah tiba dengan berjalan kaki selama berjam-jam. Cara ini ditempuh karena sulitnya menggunakan truk mengangkut ke dua binatang berukuran besar itu. Apalagi, kondisi jalan Berastagi-Medan penuh dengan tikungan dan berbahaya".

Jalan kaki???
Jarak Tahura dengan Medan sendiri berkisar kurang lebih 55 km, dan harus ditempuh oleh seekor Gajah yang berusia 35 tahun. Wah..wah.. manusia saja yang usianya lebih muda juga mungkin bisa mati, kalo caranya seperti ini?

Masalah sulit mengangkut hewan besar ini, menurutku, bukanlah sebuah alasan yang tepat, karena selama ini juga pasokan hewan potong seperti Sapi, Kerbau, yang mungkin jika ditotalkan beratnya sama atau bahkan lebih besar dari berat kedua gajah ini, dari Tanah Karo ke daerah lain juga melewati jalur yang sama.

Aneh...!!!
Apa kata dunia???

Monday, October 01, 2007

hari ini 1 oktober

1 oktober bagi bangsa Indonesia, adalah salah satu tanggal yang memiliki nilai sejarah. Tanggal ini diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, yang jika dipelajari dari sejarah bangsa erat kaitannya dengan peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965.

Berbicara tentang peristiwa 30 September ini, bagi mereka-mereka yang sempat merasakan pemerintahan Orde Baru, pastilah tidak lupa dengan "kebiasaan" yang ada saat menjelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Yakni, tayangan Film G 30 S/ PKI pada malam 30 September.

Kebiasaan yang berjalan setiap tahun ini, jujur adalah sebuah hal yang sangat menakutkan bagiku yang saat itu masih duduk di SD - SMP. Mengapa? mendengar musiknya yang menyayat hati dan memilukan, membuatku bergidik belum lagi gambar-gambar yang menunjukkan kekerasan di sepanjang Film ini.

Sudah menjadi kebiasaan juga buatku, malam ketika Film ini ditayangkan, aku akan memaksa diri untuk tidur secepat mungkin, tapi tetap saja usahaku ini sia-sia. Aku tidak bisa tertidur pada jam 7.30 malam, saat film ini dimulai. Jalan lain yang biasanya kulakukan, menutup telingaku dengan bantal, sangat menyiksa!!

Karena saudaraku yang lain, tidak terlalu 'takut' untuk menonton film yang bagiku lebih seram dari film manapun ini, maka sepanjang malam itu, aku akan mendengar musik dan dialog yang beberapa bagian sudah terhafal olehku, misalnya lagu "lihat kebunku" - saat adegan Anak TK yang sedang bermain atau lagu "Koes Plus" - Bis Sekolah.

Untunglah, setelah era orde baru berakhir, kebiasaan inipun ditinggalkan, dan film nan seram mencekam inipun tak lagi harus menghias layar kaca sepanjang malam pada setiap tanggal 30 Sepetember.

Sehingga aku tidak harus memaksa diriku untuk cepat tidur, atau menutup telingaku dengan bantal, hahahaha

NB: tanggal 1 oktober adalah hari ulang tahun abangku, yup happy birthday Bro..!!

Wednesday, September 12, 2007

goes to malaysia


Keberangkatanku ke Malaysia pada 29 Agustus yang lalu, ditengah maraknya aksi yang memprotes kasus pemukulan ketua wasit karate Indonesia, oleh beberapa Polis Diraja Malaysia. Selain protes di kedutaan besar negeri Jiran ini, ada juga seruan dari beberapa pihak untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan Malaysia, terang saja, peristiwa-peristiwa ini sedikit banyak membuat tidak nyaman bagiku, bukan hanya aku pribadi, keluarga juga merasa enggan, jika saat itu aku harus berangkat ke sana, namun karena ini tugas dari kantor, mereka tak bisa berbuat apa-apa, dan akhirnya selama 11 hari aku akan berada di negara yang sedang diprotes banyak masyarakat Indonesia ini.


Tiba di Kuala Lumpur International Airport ( KLIA ), hawanya sangat berbeda dengan Polonia (hiks..) tidak usahlah saya gambarkan di sini.

Sempat tertahan juga di Imigrasi Malaysia, karena urusan Visa, tetapi akhirnya semuanya beres setelah pihak Tourism Malaysia menjelaskan jika kedatangan kami adalah untuk meliput perayaan kemerdekaan Malaysia yang ke 50.

Setelah dijemput oleh guide, perjalanan kami yang pertama, sekaligus tempat untuk menikmati makan siang adalah Putra Jaya. Van yang membawa kami pun menuju ke Putra Jaya, sebuah kota baru yang disiapkan sebagai pusat pemerintahan, selama perjalanan Mr. Jensen ( guide kita) menjelaskan sejarah KLIA dan kota Putra Jaya dengan semangat.... bagus!!!

Yang aku tunggu dalam perjalanan ini adalah melihat kota Kuala Lumpur, apalagi menara twin tower yang terkenal itu, akhirnya setelah menanti selama lebih kurang setengah jam, dari kejauhan aku dapat melihat kendaraan kami semakin mendekat ke twin tower.

Aku tersadar ketika guide kami mengatakan bahwa kami sudah tiba di hotel. Namanya hotel Prince, sebuah hotel bintang 5 yang letaknya dekat sekali dengan Twin Tower. Bahkan dari kamarku, kita bisa melihat menara kembar ini dengan jelas. Awal yang bagus ucapku dalam hati.

Setelah itu, kami pun mulai "ber-jibaku" meliput semua kegiatan dalam rangkahari kemerdekaan, selain itu kami juga dibawa ke beberapa tempat wisatayang ada di kota Kuala Lumpur, Langkawi, dan Malaka. Dengan segala kelebihan fasilitas yang ada.
Selama itu pula aku terus bertanya dalam hati, mengapa negaraku tidak bisa seperti ini, apa karena terlalu luas?, penduduk terlalu banyak?, padahal negeriku lebih kaya, lebih indah, apa yang menjadi masalahnya?

Mudah-mudahan nanti suatu saat, kita bisa seperti mereka, atau bahkan melampaui, sama seperti musik Indonesia yang saat ini sedang merajai di sana, nanti bukan hanya musik, namu juga ekonomi, olahraga, teknologi dan semuanya...tetap berjuang negeriku Indonesia.

Friday, August 24, 2007

5 hari lagi

…Perlu waktu 5 hari lagi
Jika nanti hari itu tiba, satu lembar kisah akan bertambah dalam buku kehidupanku
Lembaran dengan warna yang sejak kecil ingin kutambahkan
Kini, tinggal menunggu berjalannya waktu untuk sampai
di 5 hari lagi…

Monday, August 13, 2007

bang Candra

Aku memanggilnya bang Candra, sepupuku dari ibu. Di antara semua saudara sepupuku dari Ibu, aku paling dekat dengan bang Candra, meskipun usia kami terpaut 3 tahun itu tidak menjadi masalah buat kami,aku ingat, saat masih duduk di SD, jika liburan sekolah kami sering menghabiskannya di kampung iting (nenek). Biasanya kami janjian terlebih dahulu, karena tempat kami tinggal yang berjauhan, dia di Sialang Buah, dan aku di Kabanjahe.

Saat berada di kampung iting, maka kami akan diajak ikut ke Ladang, mencari kayu bakar, mencari ikan di sungai, bahkan diajari bercocok tanam. Hampir semuanya bisa dikerjakan oleh bang Candra, mulai memanjat pohon jambu air yang tinggi, membuat kandang ayam, memperbaiki alat-alat yang rusak, sampai mengangkat air dari sungai untuk keperluan dapur.

Sebagai seorang abang, bang Candra juga termasuk abang yang sangat baik menurutku. Aku yang sering ngambek minta pulang saat iting mulai cerewet, selalu bisa dihibur dan dibujuknya dengan segala cara, hingga akhirnya akupun luluh.

Pernah bertengkar?
sering, bang Candra akan sangat marah jika aku mengatakan dia cocok dengan "^%&$#". Anak perempuan sebaya dengannya, entah mengapa dia sangat tidak menyukainya. Dia akan segera memelintir tanganku, sampai aku berteriak minta ampun! dan berjanji tidak mengulanginya,
tapi ada juga seorang kakak di kampung itu yang diam-diam disukai bang Candra dan...akhirnya kini menjadi istrinya *selamat !!

Kini, sudah lebih dari 7 tahun, kami tidak pernah lagi bertemu. Semenjak aku masuk kuliah pada tahun 1999, kami seperti kehilangan kontak. Hanya kabar - kabar yang kudengar dari iting, kalau sekarang Bang Candra sudah menetap di Riau bersama keluarganya.
Hingga akhirnya tadi malam, aku mendapatkan nomornya dari sepupuku, saudara perempuannya.

Dan kami pun berbincang, sampai larut malam. Dia belum berubah, selama 7 tahun tidak bertemu, bang Candra masih sosok abang yang bijaksana, rajin, dan dewasa. Aku mendapat banyak pelajaran dari abangku ini, sukses ya bang!! mudah-mudahan rencana pulang kampung bukan Desember nanti bisa terlaksana.

Thursday, August 09, 2007

entah

Entah mengapa, pagi itu ada perasaan tidak enak saat aku berniat berangkat ke kantor. Tidak biasanya, aku merasa berat melangkahkan kaki ke kantor seperti pagi itu, bukan karena hari Senin yang kata sebagian orang “I hate Monday” bukan itu tapi ini ah..aku bingung.

Dengan berat hati, aku pun mulai memacu motor mattic kepunyaanku, wah..sudah jam 8.30 pasti terlambat lagi gumamku dalam hati, tapi tidak apalah, tidak perlu ngebut, lebih baik terlambat daripada nanti di jalan ada apa-apa, dan akupun melaju dengan kecepatan 20 – 30 km/ jam dan memakai lajur kiri.

Rute yang kulewati setiap pagi, terbilang rute yang sepi dibanding rute biasa, yang lebih dekat jaraknya, namun pasti lebih padat apalagi hari Senin seperti ini. Sepanjang jalan aku terus dihinggapi perasaan tidak nyaman, aku sukar sekali berkonsentrasi, beberapa kali aku harus me-rem mendadak karena terkejut tiba-tiba jarakku dengan kendaraan lain terlalu dekat, KONSENTRASI dan HATI_HATI, kataku berkali-kali, tenang saja tidak akan ada apa-apa.

Setengah perjalanan bisa kulewati dengan aman, sebentar lagi aku akan tiba di kantor, aku sengaja tidak melihat jam tangan, khwatir terpancing untuk ngebut karena takut terlambat, tapi ternyata keadaan berkata lain, entah darimana datangnya tiba-tiba sebuah Xenia biru melaju sangat dekat di sisi kananku, hingga menyenggol stang sambil membunyikan klackson dengan kencang, karena panic aku pun tidak bisa menjaga keseimbangan dan braaakkkk…aku terjatuh terseret sejauh 2 meter.

Ya Tuhan, aku melihat celana jeans yang kupakai robek dengan bagian lututku yang terkoyak, dan aku mengangkat wajah untuk memastikan pengendara itu melarikan diri, saat melihat dia berhenti, aku berusaha mengangkat motorku dan memarkirkannya di tepi jalan. Sambil berjalan ke tepi aku merasakan cairan kental dingin menetes di sekitar bibirku, aku bingung, terdiam, mencoba menenangkan diri, bla..bla..bla..si pengendara mencoba adu argument, aku hanya diam..hingga akhirnya aku memutuskan memberi tahu ke teman kantorku, aku butuh teman saat ini, pikirku.

Syukurlah, sesaat setelah dibawa ke sebuah klinik terdekat, lukaku tidak terlalu parah, meskpun begitu teman-temanku ( thanx Kasim & Dwi) tetap meyakinkanku, apakah aku baik-baik saja, sudahlah , yang penting tidak ada yang perlu dijahit, dan luka dalam, aku hanya ingin pulang kataku, sepanjang jalan aku hanya terdiam, tidak ada kata-kata yang bisa keluar dari mulutku…hanya sebuah perasaan haru, pelajaran yang kudapat hari itu membuatku akan lebih menjaga sikap lagi.

Friday, July 20, 2007

kantor baru!

Bukan, bukan..
judul di atas bukan bermaksud aku "cabut" dari pekerjaanku yang sekarang, bukan itu.
Kantor baru, maksudnya, minggu ini tempatku bekerja telah menempati sebuah gedung baru yang lebih luas, nyaman, besar, dan ehm..jauh dari kost-an ku. Butuh waktu 30 menit untuk sampai di kantor, untunglah jalan baru "ring road" sudah selesai dibangun, jadi rutenya tidak terlalu sukar dan ribet.

Nah, untuk urusan transportasi aku memutuskan untuk memilih motor mattic *mio hitam BK.5070 meski banyak kontoversi saat aku membeli motor ini haha...tapi sudahlah yang penting aku menikmati dan tidak menyesali keputusanku :p

Di kantor baru ini, setiap divisi sudah memiliki ruangan masing-masing, dan untuk kami creative, sebuah ruangan di lantai 2 menjadi markas baru. Well, ruangan yang telah kami sulap menjadi lebih menarik dan cukup nyaman

Untuk urusan perut juga, lokasi baru ini lebih beragam, di pagi hari saja ada 3 tempat yang menjual sarapan, selain enak harganya juga lebih murah dibanding di kantor lama yang memang letaknya pas di tengah kota Medan, belum lagi indomie rebus si mbak yang selalu ramai saat menjelang sore nyam..nyam..

Semoga kantor baru, semangat baru dan prestasi baru!!

Monday, July 09, 2007

07/07/07

07/07/07



kombinasi tanggal yang konon katanya hanya terjadi sekali dalam satu abad ini diyakini memiliki arti yang bagus (hoki). Tidak salah jika di tanggal ini, banyak sekali pasangan yang melangsungkan pernikahan mereka, percaya tidak percaya, ada kepuasan tersendiri ( aku menerima 2 undangan pernikahan dari teman sekampus). So, kira-kira apa yang akan aku lakukan untuk mengisi kombinasi tanggal sempurna ini? sangat aneh kalau misalnya aku juga nikah tiba-tiba, :p

Apa yang kualami kemudian ternyata di luar perkiraanku, jauh dari acara pernikahan atau grand launching sebuah toko yang marak di tanggal 07/07/07, karena tiba-tiba atasanku di kantor membawa sebuah kertas fax yang isinya meminta peliputan ke Samosir sana.

Samosir?? asyik, selain akan melihat danau Toba yang indah, aku punya kesempatan untuk menyegarkan pikiran, ehm..


Acaranya sendiri bertitel "Samosir internatioanl open water swimming championship 2007" wah...dari namanya saja sudah keren :p, ternyata acaranya juga keren, karena mempertandingkan renang jarak 10 KM yang diikuti perenang-perenang muda, andal dan berbakat.

Jumat 6/7/07 tepat jam 3 sore, aku beserta rombongan meninggalkan kota Medan yang panas dan gerah, dari kabar yang diterima panitia, kami harus melalui alternatif jalan lain untuk ke Samosir, karena arus penyeberangan di Ajibata sudah terlalu padat, dan satu-satunya jalan lain, adalah melalui rute jalan darat, lewat Tele yang terkenal dengan jurangnya. :( dan pasti jaraknya juga makin jauh.

Untunglah kami tiba di Tele saat gelap tiba, jadi aku tidak melihat saat Bus yang membawa kami melewati jurang-jurang menyeramkan itu.

Akhirnya jam 1 dini hari, kami tiba di penginapan, badanku terasa remuk dan capek luar biasa karena jalannya banyak yang rusak, tanpa basa basi lagi akupun langsung tertidur, karena besok pagi harus tiba di Pantai Pasir Putih Parbaba jam 8 pagi.

Sabtu 07/07/07
Kombinasi tanggal yang sempurna ini akhirnya bisa kunikmati dengan melihat pemandangan yang luar biasa indah dari penginapanku. Danau Toba terlihat sangat menyejukkan di jam 6 pagi hari. Sambil mendengarkan lagu Rio Febrian dari MP3 Playerku, akupun terbawa suasana membayangkan si dia seandainya ada bersamaku saat ini * pret!!!

Jam 8 pagi, kami tiba di arena lomba. Puluhan atlet perenang muda terlihat antusias saat melakukan registrasi dan pengarahan dari panitia. Wah, rata-rata usia mereka jauh dibawahku, paling juga 13-22 tahun, dan mereka akan mengarungi danau Toba sejauh 10 KM, salut!!

Saatnya pun tiba, masing-masing peserta mengambil posisi start, dan teeeeeeet, serentak para perenang mulai meluncur sebagai pers, aku pun memiliki akses untuk mengambil gambar darimana saja, termasuk dari tengah danau ini, agar gambarnya nanti lebih mantap.

Dan selama tugas peliputan ini, ternyata aku ditemani oleh rekan-rekan dari media pers lain, yang lebih senior dan bisa belajar banyak. Di sini aku termasuk salah satu kru termuda, yang pastinya selalu mendapat perhatian dari abang-abang senior - thanx bang!!

Jam 4 sore, tugas ku berakhir di arena lomba, namun kita masih perlu mengambil stockshot gambar lain. Well, setelah selesai nantinya aku masih punya waktu untuk bersantai sejenak. Ternyata pemandangan di sore hari tidak kalah indahnya dengan pagi hari, ditemani mie instant rebus dan teh manis hangat, terasa sangat pas dengan udara danau yang dingin.

Dari panitia, kami diberi kesempatan untuk beristirahat sampai besok pagi, karena Minggu jam 8 pagi kita akan kembali ke Medan, tapi tentunya tidak akan melewati Tele lagi, thanx God !! Well acaraku kali ini menjadi salah satu event terbesar buatku, meski jaraknya sangat jauh dari kantor, membutuhkan waktu yang lebih lama, dan tentunya fisik yang extra...tapi PB.PRSI, telah menjadi panitia yang handal, dengan transportasi dan penginapan yang nyaman, semuanya seakan terasa terbayar lunas.

dan akhirnya minggu sore, akupun tiba di Medan, untuk menyiapkan skrip buat liputan ini,

Terima kasih untuk semua pihak, yang telah membantu terlaksananya peliputan ini.


Thursday, July 05, 2007

PLN oh PLN

Jika kita menanyakan “siapa yang paling dibenci saat ini?” kepada warga Medan, maka kemungkinan besar jawaban yang kita terima adalah sama, yakni PLN!!!

Lho kenapa bisa?

Bisalah, semenjak PLN dengan sesukahati memadamkan aliran listrik secara bergilir di seluruh wilayah Medan, bahkan di Sumatera Utara, tidak tanggung-tanggung, pemadaman bisa terjadi 3 kali sehari, selama lebih dari 4 jam, untuk sekali pemadaman.

Bisa dibayangkan apa akibatnya,

Macet di hampir semua ruas jalan, karena lampu lalu lintas padam, Usaha yang harus ditutup sementara karena tidak sanggup lagi menahan biaya produksi yang berlipat dikarenakan tenaga listrik harus diganti genset, Penderitaan saat harus berjuang melawan rasa gerah dan gelap, dan tidak bisa menonton tayangan TV favorit atau mendengarkan musik untuk menghilangkan rasa jenuh. Belum lagi air yang tidak bisa mengalir karena harus dibantu dengan tenaga listrik

Fhuhhhh…

Masyarakat Medan memang sudah saatnya berontak karena kondisi ini telah dirasakan sejak 2 tahun terakhir dan dengan alas an yang selalu sama, karena Maintenance atau apapun itu yang sekarang sudah dianggap sebagai salah satu pembodohan public yang basi!

Wajarkah, kalau sekarang ada wacana membawa listrik swasta ke Sumatera Utara?

Atau harus bersabar sekali lagi untuk kebobrokan PLN meski harus berkorban?

Kita tunggu saja…

Thursday, June 28, 2007

kerja tahun

“silahkan, kalo memang tidak merepotkan”
jawaban dari atasanku di kantor, membuat semangatku bertambah, saat aku memberanikan diri meminta ijin untuk meliput acara Kerja Tahun ( pesta tahunan) di Perbesi, Sabtu kemarin.

Jadi, sekalian aku berkumpul dengan sanak saudara, aku juga membawa misi lain (alah) bukannya etnis-sentris, atau narsis, sehingga aku sangat semangat melakoni tugasku kali ini, tapi lebih kepada tantangan bagaimana aku dapat menceritakan tradisi yang sudah akrab denganku sejak kecil, kepada khalayak lain.

Memang, acara Kerja Tahun, sudah sering dibahas di media lain, namun untuk TV Lokal, ini kesempatan yang pertama, wajar kalau aku merasa tertantang dan begitu semangat.
Jam 6 sore, aku tiba di kabanjahe, fhuhhhh…udara dingin kota kelahiran ini, membuatku harus memakai jaket tebal yang kubawa dari Medan, seperti janji sebelumnya, kita akan berangkat ke Perbesi, Minggu paginya, (tidak masalah) tapi yang jadi masalah saat mati lampu mulai jam 7 malam sampai 11 malam, gubraaaaaak!

Paginya, kami berangkat ke Perbesi, melalui jalan lintas propinsi yang rusak parah seperti kubangan kerbau, akibatnya naik mobil sambil ajut-ajutan. Satu jam setengah kemudian, kamipun tiba di rumah pak uda, seperti biasa, langsung disuruh makan, and look at that…my favourite terites ( sop hijau / soto karo ) setelah berbincang akupun dipersilahkan melanjutkan misi ku, mengambil gambar untuk bahan liputan, gambar cimpa unung-unung dan terites, selesai…next aku butuh gambar tudung, atau pakaian adat yang dipakai gadis karo.

Tetapi apa daya, dari informasi yang kudengar, acara gendang guro-guro aron, tidak akan dilangsungkan saat siang dan sore hari, jadi kalaupun aku ingin mengambil gambar, paling tidak aku harus menunggu jam setengah 10 malam, akhirnya aku memutuskan untuk menginap, dan senin pagi, langsung berangkat ke Medan (perlu waktu 4 jam, tiba ke Medan).

Saatnya pun tiba, meski disertai hujan gerimis, dan udara dingin, aku berhasil mengabadikan beberapa gambar, yang akan dipakai untuk melengkapi bahan liputanku kali ini, wah...puas dan bangga, bercampur dengan rasa letih, tidak sabar melihat bagaimana hasil tayangannya besok.

Sampai jumpa tahun depan!!!

Thursday, June 21, 2007

Stop it!

Bisa ceritakan kepadaku, bagaimana rasanya bekerja dalam rasa ketidak puasan?
Bagaimana kamu bisa bertahan melewatinya?
Jika setiap hari kamu hanya bisa mengeluh dan mengeluh, soal gaji, atasan, atau teman-teman kerja di kantor.

Seingatku, tidak pernah ada rasa puas dalam dirimu, kamu tidak merasa capek, berkeluh kesah kepada setiap orang yang kamu temui.

Dulu aku masih mau mendengar keluh kesahmu, dan berada di pihakmu, tapi sekarang aku merasa semua itu tidak ada guna.
Semua keluh kesahmu, hanya membuat pikiranku menjadi "butek", skeptis, dan ah..aku tak tahu memilih kata yang tepat.

Satu saranku buatmu, cobalah hilangkan kebiasaan "berpikir negatif"
Dan hentikan semua keluh kesahmu, jika memang tidak puas dengan kondisi saat ini, mengapa tidak enyah dan cari tempat lain saja??

That's much better i think

Wednesday, June 06, 2007

fiber twig





Seminggu belakangan ini, aku memiliki kebiasaan baru di kantor. Kebiasaan yang pasti membuat bossku, geleng-geleng kepala :), dan agak merasa kurang senang.
Yak..ada sebuah permainan baru di computer kantor. Namanya Fiber Twig ( mungkin banyak di antara teman-teman yang sudah tahu game ini), sebuah permainan yang membuatku kecanduan, hampir setiap waktu, aku ingin memainkannya, apalagi jika ada waktu senggang meski sebentar.
Sudah lebih 3 kali, boss menegurku saat melihat aku sibuk memainkannya, tapi apa daya, aku tidak mampu melawan godaannya huh..

Permainan ini mengharuskan kita untuk menyusun kepingan-kepingan yang hilang dan membentuk rangkaian pipa. Dengan tingkat kesulitan yang berbeda pada setiap levelnya, kita harus menjaga jangan sampai kolom yang paling bawah penuh dengan kepingan yang muncul setiap detik.

Ada ketegangan saat, kepingan yang kita tunggu – tunggu tidak muncul, akibatnya kita tidak dapat menyambung ke bagian yang lainnya, nah..di sinilah kita harus pintar untuk membuat jalan yang baru dengan kepingan yang tersedia. Selain berpikir cepat, kita juga dituntut tenang, agar tetap bisa menyusun kepingan yang bentuknya aneh.

Saat ini aku sudah sampai di lebel 10, jauh mengungguli seorang rekan kantor yang belum pernah sukses melewati level 4 hahaha…( dia semakin sedih saat aku mengatakan kalau game ini berhubungan dengan tingkat kecerdasan seseorang ).

Nah..bagi teman-teman yang tertarik, silahkan lihat di situsnya.

Saturday, June 02, 2007

kisahku

www.yakita.or.id/.../data/1109757027_child42.gif
Siang, panas......."Ok, kita berangkat sekarang" ujarku kepada dua orang relawan PMI yang ikut dalam perjalananku keliling Aceh selama 1 minggu.Kami baru saja selesai memberikan bantuan kepada korban banjir di Aceh Timur dan harus segera ke Aceh Tamiang, tepatnya kota Kuala Simpang. Ini merupakan program dari NGO tempatku bekerja dan untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran, aku ditugaskan mendampingi kegiatan ini. Aku menyukai kegiatan ini sekaligus untuk melepas rasa penat di kantor.
New adventure, gumamku dalam hati ketika bosku menyuruhku berangkat.
Jam menunjukkan pukul 07.30 malam ketika kami sampai di kota Kuala Simpang yang notabene hanya berjarak 3 jam dari Medan (pengen pulang, hiksss), but..............oh My God, mati lampu. Aku mulai ngedumel dalam hati dan sedikit lupa tujuan utama perjalanan ini yaitu menolong orang-orang lemah dan miskin.Akhirnya kami ketemu dengan Ketua PMI disana yang berbaik hati mengantarkan kami mencari hotel. Beliau bilang cuma ada dua hotel di kota ini dan salah satunya sudah penuh
............................................
Sampai di hotel, aku pesan kamar standar (dan ternyata ini yang terbaik yang mereka punya)...not bad." Sh****t" teriakku."Ga ada kamar lebih baik mas? Gimana bisa tidur disini, pengap dan kamar mandinya kotor sekali", ucapku dengan nada marah, kesal, capek yang nyampur jadi satu."ACnya ga dingin", ujarku lagi dengan sinis." Mba, ini yang terbaik yang ada disini", jawab si mas dengan cuek. Aku semakin kesal.
Padahal besok kami harus ke lokasi yang cukup jauh dari kota dan akan langsung melanjutkan perjalanan ke Aceh Utara, I need better room!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Tidak ada pilihan lain, aku letakkan beberapa kaosku di atas kasur sebagai alas untuk aku bisa tidur karena seprei yang ada menjijikkan (menurutku). Dan masih subuh, aku sudah bangun dengan rasa kesal yang sampe ke ubun2 karena ga bisa tidur (sialan.....gumamku)
............................
"Ok bu, kita harus naik perahu motor kurang lebih 4 jam untuk sampai ke desa tujuan", ucap pak Abul, sang ketua PMI."Ok pak, ", tanpa semangat aku menjawabnya. What next??? tanyaku dalam hati sepanjang perjalanan yang amat membosankan. Aku mengambil beberapa photo untuk mengusir kebosanan dan kantuk yang menyerang karena kurang tidur. Dan akhirnya, aku tertidur, kira2 1 jam
.................
DI kejauhan , aku melihat tenda-tenda warna biru, abu-abu dengan tulisan UNICEF, WFP, dan IFRC. OK, here we are. Akhirnya kami sampai.Relawan-relawan PMI segera membongkar barang dari perahu dan membawanya ke perumahan, atau tepatnya ke tenda-tenda tempat pengungsian.
Aku terhenyak....ga bisa berkata-kata.Dihadapanku, di tenda yang sangat kecil dan ga layak, tidur dengan tenang seorang bayi ditemani kakaknya yang mungkin baru berumur 4 tahun. Seketika, ada badai di dalam dadaku.Di ujung sana, ada anak kecil yang belajar dilantai tanah tendanya, dan malu-malu ketika aku hampiri......Ada seorang ibu yang sedang mencuci di keruhnya air sungai yang menghanyutkan rumahnya.
ArgghhhhhhhOh My God, forgive me!!!!!!!!!!!!!
Kondisi mereka sangat menyedihkan, tapi mereka masih bisa hidup normal dan kelihatannya bahagia.Mereka cuma tidur di atas ala2 plastik, beratapkan tenda yang sudah mulai bocor di beberapa sisinya.Aku ingat umpatan2 yang keluar dari mulutuku gara-gara AC yang ga dingin di hotel, seprei yang ga bersih, dan kamar mandi yang ga nyaman......
Ada airmata diujung mataku, aku berusaha menahannya.
Kenapa aku begitu sombong? Mengeluh dengan hal-hal yang masih bisa aku jalani, dan sangat layak dibanding mereka? Kenapa aku ga bisa bersyukur dengan kehidupanku yang jauh lebih baik dari yang mereka jalani? Kenapa aku selalu merasa hidupku berat? Merasa penderitaanku adalah yang terberat?Padahal masih banyak orang-orang yang tidak seberuntung aku.
Yesus, maafkan aku........gumamku
......................
Hari itu, tepat di hari kenaikan Yesus Kristus, aku mendapat pembelajaran dari Tuhan."Mengucap syukur dalam segala" itu adalah hal terindah yang bisa aku lakukan untuk semua berkat Tuhan.Aku cuma mau berbagi cerita ini buat temen-temen semua karena aku benar2 disadarkan waktu itu tentang hidup dan kehidupan. Dan di sepanjang perjalananku, banyak hal yang membuat aku semakin bersyukur lagi. Mudah2an, bisa bermanfaat.
GBU
Marny

Thursday, May 31, 2007

Tuesday, May 29, 2007

resign!!

Di penghujung sore kemarin, seorang teman dari Jakarta menulis kata berikut dalam status YMnya “ Eraaa…where are u, I m gonna tell u something…”
Memang sebelumnya aku meninggalkan dunia perchattingan YM untuk mencari makan sebentar, nah ketika kembali aku menemukan status yang tidak biasanya itu.

Setelah ku BUZZ, akhirnya si bapak ini muncul dan menjelaskan mengapa ia sampai membuat status YM-nya dengan kalimat itu.
“Aku tidak kuat lagi, Pak! “ katanya.
“ Semua yang kulakukan dari tadi pagi sampai sore ini tidak ada yang benar, semua salah oleh atasanku”
"capek aku, dari tadi terus kena marah"
“and I wanna resign” !!!

Resign???
Kata yang 3 tahun lalu pernah sangat membuatku trauma. Betapa tidak, begitu sulit memutuskan untuk resign dari sebuah stasiun TV nasional yang sekarang ini semakin besar dan top. Siapa yang tidak kenal stasiun TV dengan logo berlian ini, untuk masuk ke stasiun ini, aku harus melewati test yang cukup berat, bersaing dengan ratusan pelamar, bahkan meninggalkan kota Medan tercinta, kini harus meninggalkannya karena aku tidak sanggup bertahan.

Aku ingin kembali ke Medan, meskipun aku tidak tahu, pekerjaan apa yang akan kudapatkan di Medan, karena jujur, aku sangat menyukai pekerjaan di bidang broadcasting, namun ada banyak alas an yang akhirnya membuatku memutuskan untuk resign dari pekerjaanku saat itu.

Dengan penuh rasa ragu dan gundah, (apakah ini keputusan yang benar atau salah), aku memutuskan untuk kembali ke Medan, mencoba percaya bahwa di sana ada setitik harapan untukku menjadi lebih baik.

Dan puji Tuhan, setelah 6 bulan, aku mencari kesana-kemari, akhirnya penantianku berakhir saat DELI TV hadir di Medan, dan memberi kesempatan untukku bisa berkarya lagi sampai hari ini, meski tidak sebesar dan semegah tempatku yang pertama, tetapi aku tidak menyesal.

Aku belajar dari pengalaman ini, bahwa ternyata tidak selamanya apa yang menjadi keinginan kita adalah yang terbaik untuk kita, ada Tangan lain yang telah mengatur segalanya.

for my brother ..
just believe in yourself, and keep the faith
we know, there is a light for us
and Lord will gives us the best in His own time



Monday, May 28, 2007

Inspiration

JORDIN SPARKS LYRICS
This Is My Now

There was a time I packed my dreams away
Living in a shell, hiding from myself

There was a time when I was so afraid
I thought I'd reached the end
Baby that was then
But I am made of more than my yesterdays
[Chorus]
This is my now, and I am breathing in the moment
Cuz I look around
I can't believe the love I see
My fears behind me, gone are the shadows and doubts
That was then, this is my now.

Had to decide was I gonna play it safe
Or look somewhere deep inside
and try to turn the tide
Find the strength to take that step of faith
[Chorus]
[Bridge]
And I have the courage like never before, yeah
I've settled for less but ready for more
Ready for more
[Chorus x2]
This is my now

www.LyricsTop.com

Monday, May 21, 2007

mafia cinta

Aku mempunyai sebuah tempat makanan langganan. Selain rasa masakan yang pas di lidahku, lokasinya yang tidak jauh dari kost-kostan ku, membuatku untuk memilihnya sebagai tempat makan langganan.

Hampir setahun sudah, aku selalu makan di tempat ini. Tidak heran jika, aku pun sudah begitu akrab dengan pemiliknya dan seorang karyawannya, bahkan dengan balita, anak si pemilik yang selalu malu-malu saat kusapa.

Dan tulisan ini, tentang “cerita cinta” :( sang karyawan dengan kekasihnya.

Malam itu seperti biasa, sepulang dari kantor, aku singgah untuk makan malam, karena masih mati lampu aku memutuskan untuk menunggu listrik hidup kembali setelah makan, daripada di kost yang pasti gelap gulita dan bengong sendirian. Ketika melihatku sudah selesai dengan makan malamku, si abangpun menghampiri, sambil berkata

“Bang…sudah putus kami!”

“Hah?”

“Iya Bang, ternyata semudah membalikkan tangan saja aku dibuatnya!”

“Kok bisa?” tanyaku

3 hari sebelumnya, kami sempat berbicara tentang kisah cintanya. Dimana dia pertama kali bertemu, apa yang membuatnya tertarik, dan cara dia mengatakan cinta pertama kali. Selama 2 setengah tahun berpacaran, si abang ini juga telah menemui orang tua si pujaan hati untuk mendapat ijin.

Apalagi menurut abang ini, sang kekasih juga mau menerima dia apa adanya, meskipun hanya bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah rumah makan kecil.

Namun apa daya, semua itu harus berakhir saat si abang melihat si adek tersayang diantar pulang oleh laki-laki lain, saat berkunjung malam itu.

“Tak disapanya aku, Bang!”

“Oh ya?”

“Cem, tak kenal lagi dia aku, padahal kutanya baik-baik, darimana de,?”

“eh dia langsung masuk ke kamarnya, terus tidur”

“jadilah kami sama si cowok itu saling pandang” katanya lagi

“ehm..kamu pernah lihat pria ini sebelumnya?” tanyaku

“nggak bang, memang mukanya ganteng, pake motor Kawasaki, sama bawa halo-halo dia” (HT maksudnya)

“wah...susahlah kalo sudah urusan materi” jawabku

untuk selanjutnya, dia pun mulai berkeluh kesah, bagaimana sakitnya hatinya saat ini, karena perasaan sayang yang teramat sangat pada si pujaan hati.

Pernyataan terakhir darinya yang membuat aku tersedak ...

“bang, setelah kupikir-pikirkan semua perbuatannya, asal kubayangkan wajahnya, jadi wajah laki-laki kulihat wajahnya, hilang semua kecantikannya, jadi benci aku !”

“dasar mafia cinta!” katanya lagi

akupun hanya bisa menahan tawa, sambil mereka-reka rumit tidak ya mengganti seorang wajah perempuan menjadi wajah laki-laki dalam sebuah khayalan.

Ada yang pernah mengalami kisah seperti abang kita ini?!!

Saturday, May 19, 2007

what is this?

Beberapa hari yang lalu, kantor tempatku bekerja menerima beberapa pegawai baru. So, pastilah ada hal-hal yang layak diperbicangkan, sehingga aku bersedia memberikan waktuku untuk menulis tentang mereka dalam blog ini.

Ya, memang di antara anak baru ini, ada seorang yang menurutku memiliki sisi “luar biasa” dalam sifatnya. Tapi bukan dalam arti positif, annoying malah..secara pribadi aku melihat ada 2 keanehan sifat yang dimilikinya ( istilah yang akan kupakai, bukan aku ciptakan sendiri, tapi aku pernah mendengarnya dari orang lain :p) yaitu;

1. Bermulut “becek”
Maksudnya, mahluk ini gemar memberi komentar. Apa saja akan dia komentari, bahkan saat kita tidak perlu komentar dari dia. Komentar yang disampaikan juga, bukanlah komentar yang membangun, tapi lebih banyak kepada komentar garing, tak berbobot, dsb.

2. Pergansu = PERasaan terGANteng seSUmatera utara

Yah..dari kepanjangannya kita sudah bias menebak, sifat seperti ini membuatnya 1 level di atas narsis. Merasa diri paling ganteng, cakep, pokoknya perfect, ini tergambar dari gaya bicara, gaya rambut dan pakaian, bahkan profil di Friendster-nya ( sampai sejauh itu, penelusuranku)

Biasanya kamu bagaimana menghadapi orang dengan tipe seperti ini?
Kalau aku biasanya, aku akan menganggap dia tidak pernah ada, selama tidak mengangguku it doesn’t matter, tapi sebisa mungkin, tak berharap dekat atau satu team dengan dia.


Kalau Mas Tukul bilang “ katro” dan “tak sobek-sobek

(picture was taken at www.uiowa.edu )