Monday, March 25, 2013

Suatu ketika di pagi itu



Ingatan tentang raut wajah ketakutan dari seorang wanita tua itu tak juga mau pergi dari pikiranku walau sekejab. Masih teringat jelas bagaimana ucapannya tercekat  saat mendengar bentakan yang tak kunjung berhenti kepadanya. Bibir yang terlihat kering dan pecah itu hanya bisa tertutup rapat, karena ia terlalu takut untuk bersuara. Hanya gumaman meminta maaf terdengar sayup, tak sanggup lagi menahan tubuhnya yang bergetar hebat ia pun terduduk di tikar tempatnya tidur sehari-hari. Seperti belum puas lelaki itu kembali menendang pintu tepat di depan wanita itu, seolah amarahnya belum reda karena terbangun subuh hari ini. Ia marah karena mendengar suara berisik dari kamar mandi mereka. Ini masih terlalu   pagi untuknya, hingga akhirnya ia tak mampu menahan rasa marahnya. 

Yang aku ingat ia hanya tertunduk, meratapi kesalahannya …sungguh ia tak bermaksud membuat suasana kacau pagi ini. Ia merasa bodoh, lemah dan tak berguna. Ia terlalu takut mengangkat wajahnya bahkan menangis pun ia sudah tak sanggup. Sudah terlalu sering jiwanya terguncang semenjak ditinggal mati suaminya 4 tahun yang lalu. Dan pagi ini, ia kembali harus merasakannya, yang dapat ia lakukan hanya berdoa memanggil nama Tuhannya yang tak pernah jauh darinya. Lelaki itu….dengan bersungut-sungut kembali ke kamarnya mencoba meneruskan tidurnya yang terganggu sesaat. Dan kembali keluar, sambil berteriak “aku ingin tidur!, ada apa denganmu??!” dan membanting gelas minuman yang ada di tangannya. “maaf nak, semua ini salahku” terbata wanita tua itu berharap amarah itu segera lenyap. 

Pagi ini aku terbangun, tidak ada roti dan minuman yang selama ini selalu tersedia sebelum aku berangkat kerja. Tidak ada suara wanita itu, untuk mengingatkan sarapan tempat tidurnya juga sudah rapi…keranjang lusuh tempat bekalnya jika pergi ke ladang juga masih di sana. Pasti ia masih takut, bertemu dengan lelaki itu pagi ini, kejadian semalam terlalu traumatis untuknya. Ia hanya perlu menenangkan diri, mengobati luka hati itu sendiri. Semoga waktu bisa menyembuhkannya. 

Aku memanggil wanita tua itu Ibu dan lelaki pemarah itu adalah aku….

Sunday, May 20, 2012

Balada Agas dan Gayung!

Melewati hamparan pinus ditemani pemandangan indah danau toba, sungguh tak pernah membuatku jenuh untuk melakoninya lagi..lagi..dan lagi...
Apalagi kali ini kepergianku ke tuk-tuk (masih) bersama 'kacinanoers'. Juni 2009, kali terakhir aku berpetualang di tempat indah ini, kini terlihat tuk-tuk semakin berbenah menyambut para pengunjung yang ingin menghabiskan hari libur terutama saat libur panjang 'terjepit' seperti kali ini. Lampu warna warni,dentuman musik dan ramainya orang berlalu lalang menyiratkan tuk-tuk perlahan telah bangkit kembali menjadi salah satu pesona danau toba yang sempat tertidur.
Untuk penginapan tak usah khawatir, beragam pilihan ditawarkan di sini, mulai dari guest house, hingga kamar setaraf hotel berbintang. Kamipun memilih menginap di 'samosir villa resort', walaupun sebelumnya ivan tidak berhasil membooking lewat telepon beberapa hari lalu, namun kami memutuskan untuk mencobanya lagi setiba kami di sini.

Dan hasilnya...satu family room ternyata masih kosong, ada 3 kamar, dan ada ruang tamu juga, meski tidak memiliki view langsung ke danau bukan menjadi masalah "toh kita kesini kan bukan untuk berdiam di kamar" ujar Nila, setuju!!! Lagipula terlalu sulit menolak keindahan penginapan ini, dengan arsitektur bangunan dan fasilitasnya.

Saatnya memilih kamar, aku dan jansen memilih kamar paling ujung dekat jendela, sementara nila,elsa,dan lara memilih kamar di sebelah kami,sehingga 1 kamar yang tersisa menjadi milik ivan dan jones ;)
Kamarnya bagus, cukup nyaman, kamar mandi juga bagus, tetapi...mengapa ada ember dan gayung?? Bagaimana caranya aku mandi dengan kondisi tubuh seperti ini? *Sigh

***

# 6 jam sebelumnya

Errrrrggghhh...
Badanku terasa sakit semua, latihan bulutangkis semalam menyisakan siksaan di sekujur tubuhku. Karena sudah terlalu lama tidak berolah raga alhasil membuat otot - ototku pegal, terutama di bagian lengan dan pinggang. Berat sekali, bahkan membuatku tidak tidur semalaman, berjalan juga seperti robot, dan tangan kananku seolah tak bertenaga. Terlalu banyak mengayun raket membuatnya terasa ngilu, jangankan mengangkat gayung, memegang gelas saja aku harus berupaya keras. Bagaimana ini???

Sepintas kemudian, aku mendapat pesan dari Jones yang mengatakan kalau dia sudah berada di depan gang rumahku dan siap untuk berangkat. Bersusah payah, aku berkemas seadanya dan syukurlah, Nila membawa bantal kecilnya yang akhirnya kupakai menahan pinggangku agar tidak terlalu sakit saat duduk. Selamat pagi semua!! Are you ready for the trip? #senyum merintih

Rute kita kali ini Kabanjahe- Tele- Tuk-tuk, meski terbilang lebih jauh dan lama, namun kita tidak perlu menyeberang dengan ferry. Lagipula menurut Jones jalur yang kami tempuh lebih singkat 1,5 jam dibanding menempuh rute Kabanjahe - Sidikalang- Tele - Tuk-Tuk.
Namun jalan yang kami lalui ternyata cukup parah, penuh lubang dan sempit. Jones pun harus ekstra hati-hati memacu kendaraan, dan seperti yang diperkirakan kurang lebih 1 jam kemudian kami telah tiba di penatapan Tele dan memutuskan makan siang di sini.

Ini kali pertama aku menginjak tempat ini. Bangunannya seperti menara, terdiri dari 3 lantai, pemandangan dari atas sini membuatku lupa dengan segala rasa sakit yang dari tadi menyiksaku...begitu menakjubkan. Dari kejauhan tampak danau toba seperti sebuah mahakarya lukisan, dengan bebukitan di sekelilingnya SEMPURNA!!

Apa ini!!
Rasa gatal di kakiku begitu familiar, begitu juga di tanganku, seolah tak percaya kulihat bekas gigitannya...agas?*
di tempat ini juga ada agas??
Membayangkan rasa gatal yang bisa jadi berhari-hari menyiksa, dengan setengah memaksa, aku mengajak teman-teman segera meninggalkan tempat itu meski belum semua sudut berhasil kuabadikan. Di dalam mobil aku melihat ternyata ada 3 bekas gigitan agas di tubuhku, 1 di betis, 2 di tangan kiri dan kanan...dan hanya aku tidak dengan yang lainnya :(

***

Gayung itu?
Bekas gigitan agas ini?

Baiklah, mari kita berenang saja. Terlalu sayang jika liburan kali ini dihabiskan dengan berkeluh kesah.
Yang terpenting, kembali aku bisa menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat 'kacinano' ku ini, waktu yang selalu penuh dengan canda tawa tak perduli dimanapun kami berada, waktu yang selalu ingin kuputar ulang dan tak ingin ketinggalan sedetik saja....aku tidak tahu kemana waktu akan membawa kami selanjutnya, satu yang pasti: i love you #kacinanoers :)

Agas*: serangga kecil yang terbang hampir tak terlihat mata, namun sengatannya mengakibatkan gatal yang sangat hebat
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Tuesday, April 10, 2012

Suatu Ketika di Pantai Malam itu

Semilir angin...
Riak kecil ombak...
Aku mencoba bermain dengan benakku

Sejenak, biarkan angan ini memanjakanku
Mendekapku erat dalam keheningannya
Mengajak jiwaku tersenyum lagi

Kuteguk damai itu di bawah terangnya rembulan
Sambil ditemani bintang yang tersenyum

Lukaku bagai tersaput kabut malam
Kecamuk jiwa yang sekian lama menyiksa seolah hilang entah kemana...

Jangan, jangan bawa aku kembali ke dunia nyata sekarang!

Aku masih ingin di sini
Bermain dengan khayalku
Membebaskan penatku
Yang sekian lama tertahan

Aku masih ingin berteman dengan gelapnya malam ini
Yang mampu membuatku teramat damai

Telah ku lewati hari2 yg begitu mebuatku penat
Untuk sekali ini biarkan aku menikmati sisa damai itu

Suatu Ketika di Pantai malam itu...

#jones pinjam potondu ya teman ^_^

Monday, April 09, 2012

Mencecap Pesona Pulau Weh

"Kita harus berangkat pake bis, mobilnya tidak jelas, palak aku" suara Ivan di ujung telepon membuat aku sedikit ragu. Bagaimana tidak sudah sejak seminggu lalu kami memutuskan 'mencarter' mobil yang dimiliki seorang teman untuk mengantar kami ke Medan dengan alasan lebih nyaman, dan aman dibanding bus walau lebih mahal..ditambah lagi,kami berangkat usai jam kantor 16.30 WIB terlalu mepet mengejar bus terakhir pukul 20.30 karena jalur Kabanjahe - Medan tak pernah bisa diprediksi,walaupun normalnya bisa ditempuh dalam waktu 2 jam, bisa juga berjam-jam. Jalan yang berkelok dan relatif sempit, membuat jalur ini sangat riskan untuk macet. Banyaknya volume kendaraan yang melintas sangat cepat membuat antrian panjang ketika ada mobil rusak di tengah jalan atau truk pengangkut yang terguling ketika mencoba melewati tikungan tajam di sini, tapi apa boleh buat rencana awal tak berjalan dan kami harus bergegas jika tak ingin ditinggal bus ke Banda Aceh!! Haiyaaaaaaaaa
***

Medan 19.45 WIB
Hujan deras malam ini seolah mencoba mengusik pikiranku selama perjalanan nanti. Berlakunya hukum syariah di daerah ini, memunculkan beberapa kekhawatiran yang jujur bisa membuat bimbang. Selain itu komentar-komentar negatif seputar Aceh yang akan menggelar pilkada 3 hari setelah kedatangan kami, membuatnya terlihat semakin lengkap. Sudah bukan hal yang baru pilkada sebuah daerah identik dengan perselisihan yang tak jarang memicu kerusuhan, bahkan 3 bulan sebelumnya sebuah stasiun TV nasional gencar memberitakan persoalan keamanan di daerah ini. Itu pula alasan kami menunda kunjungan kami ke sana akhir Januari 2012 lalu, namun sepertinya 'hasrat' untuk melihat pantai-pantai indah di pulau We mengalahkan keraguan kami dan this is the time, besok pagi kami akan berada di sana. Oh ya, masih ada 1 lagi, aku tak bisa tidur di bis!!!
Ohh God...

**
Banda Aceh 06.00 WIB

Teriakan supir bus Kurnia "bandaaaa...bandaaaa...menyadarkanku jika kami telah tiba di ibukota propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ini kali pertama aku menginjakkan kaki di sini, kota yang dulunya hancur luluh lantak dihantam tsunami desember 2004 kini terlihat mulai bangkit kembali. Banyak bangunan baru mulai dibangun di pinggir jalannya yang luas, sesekali aku melihat warga lokal berolah raga pagi dengan bersepeda atau berjalan kaki, kendaraan juga tidak terlalu ramai pagi ini. Belum ada kesibukan berarti di sekitar terminal, namun sekumpulan lelaki di ujung terminal membuatku bertanya sejak kapan mereka menunggu penumpang apakah mereka tidak tidur sepertiku? :)
Tatapan mereka membuatku sibuk memperhatikan cara berpakaian kami, kalau-kalau ada yang salah, terutama para rekan wanita yang sudah menyiapkan kerudung mereka sejak meninggalkan Medan. Well, semoga tidak ada yang menarik perhatian mereka..fhuh
Tak lama taksi yang kami nantikan tiba, sesaat aku bisa melihat kekecewaan di wajah mereka yang sejak tadi mencoba membujuk kami untuk diantar ke Ulee Lheue dengan becak mesin. "Maaf pak, sudah dipesan sebelumnya dari Medan" kata Jansen kemudian.
Perjalanan ke pelabuhan tempat kami menyeberang ke pulau Weh memang sebentar, pengemudi taksi yang kami tumpangi (oh..lupa berkenalan shame on me) sempat bercerita bagaimana detik-detik terakhir sebelum tsunami menghancurkan pelabuhan dan pemukiman penduduk di sekitarnya. Aku hanya terdiam, membayangkan bagaimana perjuangan berbagai pihak untuk memulihkan daerah ini hingga menjadi seperti yang kulihat saat ini.

**
Nama kapalnya KM. Pulo Rondo, cukup nyaman, walaupun kami memilih kelas ekonomi, 45 menit perjalanan kapal cepat ini mengantar kami tiba di Balohan pelabuhan Sabang, yayyyyy...
Tidak terlalu besar namun cukup bersih, dan di sekitarnya banyak penjual makanan dan minuman salah satunya 'kedai Aceh Tulen' tetapi pemiliknya sepertinya etnis Tionghoa ;)
Saatnya menuju penginapan!!
Pak Ruslan namanya, ia sudah menyiapkan 2 kamar untuk kami, yang pada akhirnya kami tolak dan lebih memilih rumah panggung untuk kami bersembilan, ada 2 kamar di dalamnya dan masih ada ruang kosong untuk kami bersantap malam. Butuh perjuangan untuk meyakinkan beliau agar kami bisa menyewa rumah ini, karena memang tidak diperuntukkan bagi yang belum sah suami istri namun setelah berulang kali menjelaskan dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan amoral, akhirnya kami pun bisa menyewanya :)
Dari penginapan, kami bisa melihat pesona pantai iboih yang begitu indah, degradasi warna hijau dan kapal nelayan yang tertambat di pinggirnya membuatku semakin tak sabar untuk bermain-main di atas pasirnya yang lembut. Tak jauh dari sana, kami bisa melihat pulau Rubiah yang katanya cocok untuk tempat snorkling.
Setelah berdiskusi sebentar, kami pun memutuskan untuk ber-snorkling sepanjang hari itu, dan esok dilanjutkan berkeliling kota sabang, dengan biaya 50 ribu per orang kami menyewa peralatan snorkling ditambah pemandu yang akan membawa kami ke spot-spot indah dan 150 ribu rupiah lagi untuk sewa boat untuk mengantar kami ke pulau.

Walau pertama kali, ternyata snorkling tak sesulit kelihatannya. Hanya berlatih bernafas dengan mulut maka kita sudah bisa melihat-lihat keindahan alam bawah laut dengan ribuan mahluk hidup di dalamnya. Ada tripang, bintang laut, ikan bulu ayam,letter six aceh,layaran,bh leadership, angelfish dan masih banyak lagi, percaya atau tidak, snorkling bisa membuat ketagihan, jika saja wandi (pemandu, yang tak percaya dengan usia kami sebenarnya) tak mengingatkan kami bisa-bisa kami tak ingat waktu dan terus mencari spot-spot lainnya. I Love Snorkling!!

**

Jika sampai di sabang, wajib singgah di tugu Nol Kilometer, tugu yang diresmikan 24 September tahun 1997 oleh Menristek BJ.Habibie ini kondisinya terbilang kurang terawat,atapnya banyak yang bocor, bahkan ada tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab tega menuliskan nama mereka di prasasti tugu 'yassir dkk' halahhhhh....
tidak banyak keterangan yang bisa diperoleh mengenai tugu ini di sini, hanya tanggal diresmikan dan posisi nya berdasarkan letak geografis, suasana yang sepi tiba-tiba berubah ketika puluhan monyet liar mulai mendekati kami,berharap mendapat makanan bukan hanya monyet seekor babi hutan berukuran besar juga sukses membuat Lara menjerit-jerit karena takut. Karena suasana sudah mulai tidak kondusif kamipun memutuskan segera pergi dari tempat itu, Jefry (pemandu kami hari ini) mengajak kami untuk melihat air terjun dan 2 pantai lagi sebelum kami menuju pelabuhan Balohan. Pantai anoi hitam dan sumur tiga, semakin menggoda kami untuk tinggal lebih lama di pulau ini. Yahh...1 malam memang sangat sangat kurang untuk menikmati keindahan yang ditawarkan pulau Weh :( "kita akan kembali ke sini" begitu ucapan-ucapan yang keluar untuk menghibur hati preeeet...

Berkeliling Pulau Weh mengingatkanku pada tetangga pulau ini, Pulau Langkawi Malaysia dan Phuket di Thailand. Konturnya sama, ada hutan, pantai dan pulau-pulau indah di sekitarnya. Pulau ini tidak kalah menarik, hanya perlu waktu untuk mengejar ketertinggalannya untuk dikenal. Perlu keseriusan dari berbagai pihak untuk kemajuan pariwisata di sini, terutama dalam bidang transportasi untuk akses ke pulau. Seandainya beberapa tahun lagi, pulau Weh akan mempunyai bandar udara internasional sendiri mungkin ia akan berdiri sejajar dengan daerah wisata milik kedua negara tetangga. See you again Pulau Weh!!

#semoga tulisan ini bisa menjadi potongan-potongan kenangan indah kebersamaan kita -Kacinanoers#
Love You all...

Thursday, January 05, 2012

Maaf

Aku kembali terjatuh, jatuh di kesalahan yang sama,anehnya aku tak berniat untuk segera bangkit dan berlari,namun diam dan mencoba menikmati sisa-sisa kenikmatan berselimut penyesalan yang menyiksa.

Entah sampai kapan ini akan berulang,aku tak tahu...aku seperti tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya,atau aku yang terlalu lemah untuk berjuang sedikit melawannya??

Sesal itu kini datang, mencoba mengusir kebahagiaan semu yang mengisi hati dan jiwa. NamaMU menjadi begitu asing bagiku, aku takut untuk memanggilMU atau sekedar berbincang ringan denganMU, maafkan aku yang telah berpaling dariMU (lagi...)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Maaf...

Aku kembali terjatuh, jatuh di kesalahan yang sama,anehnya aku tak berniat untuk segera bangkit dan berlari,namun diam dan mencoba menikmati sisa-sisa kenikmatan berselimut penyesalan yang menyiksa.

Entah sampai kapan ini akan berulang,aku tak tahu...aku seperti tidak memiliki kekuatan untuk menolaknya,atau aku yang terlalu lemah untuk berjuang sedikit melawannya??

Sesal itu kini datang, mencoba mengusir kebahagiaan semu yang mengisi hati dan jiwa. NamaMU menjadi begitu asing bagiku, aku takut untuk memanggilMU atau sekedar berbincang ringan denganMU, maafkan aku yang telah berpaling dariMU (lagi...)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, November 26, 2011

Aku ingin...

Aku ingin memelukmu sekali lagi, erat tanpa ada halangan yang membatasi aku dan engkau. Membenamkan wajahku ke dalam hangat tubuhmu, menikmati irama yang tercipta oleh detak jantungku sendiri...tidakkah kamu tahu? Aku merasa sangat aman saat ini.

Aku ingin melayang bersamamu, ke tempat yang hanya ada engkau dan aku, meninggalkan semua yang ada, sungguh aku rela...

Aku ingin mengenggam tanganmu selamanya, agar aku tidak terjatuh meniti jalan yang terbentang di hadapku...

Aku ingin menghabiskan semua waktuku bersamamu, karena aku tahu bersamamu tak kan ada lagi air mata, yang ada hanya senyum dan bahagia selamanya...

Engkau lihat?
Hari ini hujan turun lagi, menghapus hangatnya sinar mentari,aku tidak tahu sampai kapan ia akan disana, membawa kabut dan dingin bersamanya. Salahkah jika aku membencinya?

Engkau pernah berjanji akan mengajariku menari di dalamnya..aku ingin engkau ada saat ini membantuku bersahabat dengan hujan...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Monday, November 14, 2011

Selamat bro!

Selamat menempuh hidup baru sahabatku...doaku menyertai setiap keputusan yang telah kau ambil dalam hidupmu. Terima kasih untuk persahabatan yang terjalin selama ini, semoga waktu tak akan mampu mendinginkannya...okey brooooo!!!

Thursday, November 10, 2011

Mencintamu selamanya

Ku ingin pergi ke tempat yang pernah kau janjikan dulu,
Berlari di tengah-tengah ilalang, berteriak menembus awan, merebahkan tubuh di atas rerumputan sambil menikmati sejuknya angin membelai wajahku...

Aku mencintaimu lebih dari yang kubayangkan, menikmati aroma tubuhmu membuatku lupa akan semua kerasnya dunia ini, seperti tangisan seorang bayi yang terhenti ketika bertemu dengan ibunya.

Aku ingin mencintaimu selamanya, hingga tiba saatnya nanti, engkau membawaku ke tempat indah itu, tersenyum sambil menatap awan dan kita tidak akan berpisah lagi....

Sunday, October 30, 2011

Engkau Menaraku

Baiklah...
Semuanya tak seperti yang diharapkan, tapi putus asa bukan jawaban kan? Tetap berjuang dan percaya jika keajaiban itu 'masih' ada. Yang kuasa dapat berbicara melalui kesulitan-kesulitan yang ada, karena manusia terkadang menjadi sombong dan lupa diri jika begitu 'mudah' mendapatkan semua kenyamanan hidup atau semua yang terjadi di hidup ini berjalan seperti yang kita mau.

Setiap rumah punya pintu masing-masing, setiap orang punya beban masalahnya sendiri, jadikanlah kesulitan-kesulitan yang ada sebagai pelajaran bahwa 'manusia adalah mahluk terbatas' ada TANGAN yang telah mengatur segala sesuatunya berjalan menurut kehendakNya dan itu adalah yang TERBAIK.

Sunday, October 23, 2011

The story goes

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Saturday, October 22, 2011

Its gonna be alright!

Janganlah berputus asa, semua masalah akan ada akhirnya...
Tak perlu berhati susah, masih ada hari esok...

Hujan lebat pasti reda...
Kemarau panjang tak selamanya...
Yakin dan percaya semua ada waktunya
Mungkin saat ini air mata terurai
Satu saat nanti akan tiba masanya ia berganti senyuman...

Tak ada manusia sempurna di dunia...
Berhenti menganggap diri sebagai pecundang...
Jika bayang gelap memenuhi pikiran...
Ingat satu hal...
Tuhan tidak membawamu sejauh ini, hanya untuk meninggalkanmu sendirian...


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Friday, October 21, 2011

Coretan di penghujung minggu

Apakah senja sudah berganti menjadi gelap yang menakutkan? Membawaku ke dalam pusaran kegalauan dan ketidakpastian..

Kemana hilangnya lagu-lagu merdu yang dulu setia menyapaku saat aku merasa sepi?

Mungkinkah kedamaian hati sudah tidak berteman dengan jiwaku? Mengapa resah yang kini selalu memenuhinya?

Siapa yang mengganti warna lembaran hidupku dengan hitam putih, aku ingin warna-warni itu kembali...
Kapankah aku dapat membuka mataku agar mimpi buruk ini segera berakhir?

Aku ingin tidur dan berharap semua yang kualami ini hanya mimpi semata...
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Percut Sei Tuan-20110722-00115.jpg

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Rindu

Rasa rindu ini mungkin harus selamanya kupendam,
Aku tak tahu sampai kapan engkau akan menganggapku ada di dalam hari-harimu
Sering aku berharap engkau memperhatikanku walau hanya sekejab, sekedar mencerahkan hariku yang selama ini kurasa kelabu.

Andai aku bisa memberikan rasa rindu ini kepadamu tanpa rasa sungkan atau ragu, mungkin aku bisa merasa tenang. Meski nanti pada akhirnya aku harus kecewa dan terluka, aku hanya inigin kamu tahu rinduku hanya teruntukmu seorang.

Tuesday, February 23, 2010

yang kedua...

Seorang teman pernah berkata, saat kamu menerima kebaikan Tuhan dalam kesulitan hidupmu, alangkah baiknya jika engkau menulisnya...

Bukan untuk menggurui atau sok religius, sok suci atau apalah...namun itu akan sangat membantumu saat engkau mengalami kesulitan yang sama, karena engkau tahu bahwa Tuhan pernah memampukanmu melewati hal yang sama.
...

Akal manusia terbatas, tak mampu mengatasi segalanya. Ketika aku memaksakan logikaku untuk berpikir, hanya kebuntuan yang akhirnya kutemukan, pertanyaan mengapa yang kunjung ada, namun tiada jawab. 

Tidak ada kebetulan dalam hidup ini, Everything happpens for a reason 

Sampai saat ini, aku masih belajar untuk meyakininya. Berhenti mengandalkan kekuatanku sendiri, namun mengijinkan DIA untuk melakukan bagianNya dalam hidupku.

Friday, February 12, 2010

pertama di 2010

sore yang panas, cuaca medan sungguh tidak bersahabat bagi yang sedang melakukan liputan (beruntung hari ini aku dan timku hanya stay di kantor), masih terbayang bagaimana gerah campur keringat, yang kemarin saat mengambil gambar di ruang tunggu sebuah pengobatan alternatif di amplas sana, akibat kebiasaan PLN yang hobby memadamkan listrik seenaknya, alhasil 3 kipas yang terpasang hanya bisa diam tak bergeming. 

Selanjutnya, menyisir pasar rame di kawasan Thamrin menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, juga tak kalah seru. Berbaur dengan ratusan orang, semakin memacu keringatku keluar deras. Kaos oranye yang kupake, seakan berubah warna menjadi merah bata, karena basah oleh keringat. Ada yang menarik saat kami berjibaku mengambil gambar, seorang wanita muda tiba-tiba memberikan sejumlah kue dagangannya kepada kami, buat oleh-oleh katanya, saat kami bertanya untuk apa...

***

ya...aku menyukai pekerjaan ini, tapi tentu "suka" tidak cukup membuat aku mejadikan ini sebagai pekerjaanku untuk selamanya. Ada banyak hal yang harus kupertimbangkan, mulai dari diri sendiri, keluarga, hingga jaminan masa depan. 
Meski nanti saat itu tiba, ketika aku harus meninggalkan pekerjaan ini, tapi satu hal yang pasti, menjadi pekerja TV selama hampir 5 tahun,  telah memberi warna tersendiri dalam hidupku, membentuk watak dan karakterku, dan juga menemukan banyak keluarga baru. Terima kasih!


  


Tuesday, June 09, 2009

bingung...

bingung ingin menulis apa di kotak putih ini, setelah sekian lama tidak pernah membuat tulisan di sini. Sekedar mencoba lagi, apakah blog yang telah kubangun dengan bersusah payah 3 tahun lalu ini, masih aktif (hehehehe...) 

banyak sebenarnya yang ingin aku uraikan di sini, karena begitu banyak pemikiran yang hendak kubagikan, tapi...masalahnya adalah, aku sangat kesulitan merangkai kalimat-kalimat di kepalaku menjadi sebuah untaian tulisan yang mudah dan bagus untuk dipahami.

bagi sebagian orang, menulis itu mudah, seperti kak yos misalnya. Ia mampu membuat tulisan yang mampu membawaku masuk ke dalam pemikirannya. Mulai dari cerita anak kecil hingga ke cerita politik, semuanya dapat menjadi sebuah tulisan yang asyik untuk dibaca.

bila dia membaca tulisan ini, aku tahu dia pasti berkata " teraaaaa...kek mananya tulisanmu ini, tah apa-apa pun yang ko tulis ini, bah!!"  


Tuesday, January 13, 2009

semoga

semoga aku tidak terlalu terburu-buru membuat pernyataan yang satu ini, atau karena perasaan emosi sesaat. 
Setelah melewati pertarungan batin yang sengit (beuh), adu argumen dengan beberapa teman dekat (thanx bang iwan, nora, yadi,) akhirnya aku pun berani mengambil keputusan ini.
Tentulah, banyak alasan yang akan aku lancarkan, jika ditanya mengapa??

Banyak, terlalu banyak bahkan...

Tapi satu alasan yang aku yakini, Tuhan tetap bekerja dalam setiap pergumulanku. Aku masih ingat doa yang kunaikkan kala menjelang pergantian Tahun kemarin, dan saat ini aku dalam proses menjalaninya bersama-sama denganNya. 


Saturday, December 20, 2008

titik jenuh

Mungkin ini saat-saat dimana aku merasa tiba pada titik jenuhku.
Titik jenuh dengan batas yang menurutku tidak tertolerir lagi, dan membuat aku limbung dengan keadaan di sekelilingku. Begitu banyak alasan yang memaksaku sampai pada titik ini, cukuplah hanya aku dan DIA yang tahu, aku tidak ingin mencari kambing hitam dalam kelemahanku.

Memang, sejak beberapa bulan lalu, aku mengalami down sindrom berkali-kali. Entah..., suasana kerja yang kini berbeda mungkin yang menjadi penyebabnya. Ritme kerja yang kini "gila-gilaan" membuatku hampir setiap saat merasa berada di bawah tekanan, yang pada akhirnya membuat kata-kata CUKUP...dan RESIGN, bergaung lagi di benakku, seperti 4 tahun lalu..!!

Masalahnya sekarang,
apakah aku berani mengambil resiko yang sama seperti dulu? meninggalkan profesi yang sebenarnya sangat kuminati?? dan yang telah menjadi bagian hidup sekian lama??? entah....

--------- aku terlalu letih saat ini ----------